apa yang terlintas sekarang? gelisah, ramai namun sendiri
aku berjalan pada gelombang pasang surut, menyentuh namun jauh menatap takut keliru.
seramai apa hujatan cinta bersemi membentuk paras indah namun semuanya berubah?
apa kalian menyukai perubahan?
aku tidak, aku tidak menyukai secercah perubahan, apalagi kamu yang berubah.
kita biasa, berdua berjalan terlihat orang namun berhenti pada siklus tetap iming-iming terdiam.
andai, ada bintang yang datang membisikkan mu secara langsung atau juga ada malaikat datang di mimpimu, malaikat itu menceritakan aku yang sedang gelisah menunggu perubahan sekarang berubah lagi.
aku bersyukur bahkan sangat bersyukur, aku tahan amarah, aku tahan bibir untuk diam, aku tahan pandangan. aku bagai dihadapkan ujian kompre pra skripsi, ditanya orang banyak, bertahan dalam diam mencari jawaban. sembari melihat penguji memohon kepada penguji, kuat kan aku atas teori-teori menyiksa mu wahai penguji ku.
apa aku harus berhenti setelah lama perjalanan panjang belajar mencintai dan ikhlas? setelah setiap bulannya aku harus ikut ujian lagi?
apa kau tak bosan aku bertanya mengapa mengapa dan mengapa dan pertanyaan yang sama?
apa kau tak peka sebegitu hati melihat keraguan yang terselimut.
baiklah sayang... kita butuh waktu menjauh.
kita bersama-sama meresapi keindahan tanpa kehadiran masing-masing
aku tidak menyerah, aku hanya ingin beristirahat sejenak.
aku ingin menghadapi ujian sebenarnya.
pahamilah
gelisah ku, seolah pematah semangatku
aku mengejarmu
butuh kau bersihkan keringat lelah ini, seandainyaa....
kau tau ini isi hati
padamu yang aku cintai,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar