Rabu, 11 November 2015

Bagaimana Kamu Dikehidupannya?

      Ada orang bilang, mencintai itu hal yang paling membahagiakan. Demikian dengan ku, tapi yang terpenting dari mencintai adalah dihargai, setidaknya kamu tau kamu begitu ada namamu dalam lintasan pikirannya, setidaknya  "pernah" dia tersenyum walau hanya mengingat namamu.
tapi sedikit mengingatkan, kamu tidak butuh bahagia sebenarnya untuk mencintai? kenapa?

" kamu sudah dewasa untuk hal orang kecil seperti itu"

aku mengerti saat orang yang aku cintai demikian berkata, namun apa yang aku rasa sama seperti wanita diluar sana rasa?

"..aku adalah wanita, ketika aku tidak membutuhkan kebahagiaan seperti pasangan ku katakan aku rapuh, seperti jatuh tak dihargai, aku bagai kehilangan sinyal kebahagiaan, bukan kah wanita inginkan itu? bukan kah tuhan telah mengatakan kalau wanita butuh kasih sayang ?..."

Ada satu pertanyaan lagi yang tidak bisa kamu jauhkan, 
bagaimana perasaan mu ketika tak dihargai?

     Semua wanita akan merasakan hal yang sama, ketika hampir terlalu jauh melangkah bersama, saat pria pergi tidak memberi kabar, apa yang kalian risaukan? pikiran sudah jauh kemana-mana, saat kalian mengungkapkan nya pun kalian dianggap berlebihan, bersabarlah sahabat perempuanku. Kita dalam fase ujian kesabaran yang baru level i1. pernah ingin menyerah, bahkan sering menangis ketakutan kepada tuhan atas segala tngkah laku, namun aku dapat seorang pria yang sama sekali tidak romantis, pria yang sama sekali menganggap semuanya dapat diatasi.

"ketika saya ingin hidup belajar mengertinya, aku kesulitan, aku tidak menemukan jawaban atas semua keresahanku, aku bak hidup di dataran rendah dengan sedikit air, seperti ikan yang sulit bernafas"

      Jelas perjalanan sudah panjang, sekarang hanya sabar, menunggu tuhan memberikan jawaban tentang jodoh, jika berjodoh ditemukan lah kita dalam keadaan sejauh dan sesulit apapun, jika tidak berjodoh dijauhkanlah kita bahkan dalam keadaan cinta sekalipun. Takdir tuhan tidak ada yang menyakitkan, hanya menunggu waktu, mencoba mengikhlaskan setidak nya sebagi sebuah pembelajaran yang maha pencipta tau kita masih bisa lebih bersabar dari ini. 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar