Minggu, 01 November 2015

hujan? segar? bahagia? lalu apa yang kurang?

Siapa yang tak kenal hujan, anugrah tuhan yang indah ini kumiliki dari aku kecil hingga aku besar, aku tak pernah iri dengan kedatangan hujan, syahdu nya, cara ia turun semua rentetan takdir tuhan yang begitu sempurna. apa filosopi hujan? Hujan adalah sebuah cara tuhan memeluk umatnya yang sedang kehangatan. Hujan adalah cara tuhan memberikan segala kenikmatan yang lain. Ketika hujan datang, tutup mata mu, tarik nafasmu sedalam mungkin lalu hembuskan. Aku melihat tuhan dalam tetes hujan dan aku tersenyum. Sekali lagi, aku menyadari tidak ada nikmat tuhan yang tak pantas aku syukuri. Sederana kan? Lalu kenapa mereka marah dengan hujan? Mereka menerka nerka hujan itu petaka? Itu semua ulah manusia. Andai hujan dijadikan sebagai pelita di hangat nya siang dan sebagai penyejuk di gelapnya malam engkau masih tak bersyukur?
Aku sedih, apalagi sejak 3 bulan yang lalu bumiku tanah ku merajuk tak pernah didatangi hujan, apa alasanya hujan tak datang, aku tau ia kecewa kepada manusia yang tak pernah menikmati setiap tetesan nya. bantu aku teman kita hirup yang katanya smell pethricor itu yang katanya kita lihat pelangi setelahnya, yang katanya nikmat tuhan yang tak pernah saya dustakan. Bersama sahabatku hujan. 😍

Tidak ada komentar:

Posting Komentar